Senin, 05 Juli 2010

Quardropod robot

kit2Kit ini adalah salah satu bentuk walking robot kit dengan empat kaki dimana setiap kaki memiliki dua derajat kebebasan (2 DOF). Robot dikontrol dari sebuah PC (tethered connection) atau dengan sebuah micro-controller. Total motor servo untuk empat kaki adalah 8 servo motor dengan satu card Mini SSC-II sebagai unit kontrol robot. Robot memiliki 2 mode gerak dan tiga posisi kaki (up, mid dan down). Kit dapat berputar kekiri dan kekanan, mundur serta maju menggunakan keyboard atau mouse. Apabila menggunakan micro-controller, robot dapat dengan fleksible diprogram sesuai keinginan dan bergerak tanpa eksekusi dari programmer. Kit ini dapat dikembangkan hingga menjadi 6 kaki dan 3 derajat kebebasan per kakinya (hexapod walking kit). Seluruh konstruksi robot terbuat dari plastik akrilik transparan atau plastik lexan dengan warna kuning atau hitam. Kit sangat gampang untuk dirakit dan dimodifikasi sesuai keinginan. Salah satu microcontroller yang cukup populer yaitu Basic Stamp digunakan sebagai pilihan lain untuk pengendaliannya sehingga dengan penambahan sensor kendala (bumper switch atau infra red) maka kit dapat menjelajahi medan tanpa hambatan. Beberapa type untuk kit ini adalah: Quadruped walker kit 2 DOF, Quadruped walker kit 3 DOF, Hexapod walker kit 2 DOF dan Hexapod walker kit 3 DOF.

sumber sukarobot.comm

Hexapod Robot

kit2bKit ini adalah salah satu bentuk walking robot kit dengan enam kaki dengan penggerak 3 servo motor. Robot dapat dikontrol dari sebuah PC dengan radio atau kabel (tethered connection). Robot telah dilengkapi dengan 2 switch sebagai sensor hambatan dan program basic stamp untuk gerakan maju, mundur serta berbelok bila switch tersentuh halangan.

Arm Stepper Robot

kit4Sama halnya dengan arm servo kit tetapi berbeda dalam motor penggeraknya. Kit ini menggunakan stepper motor untuk semua joint-nya dan dikontrol menggunakan PC atau basic stamp microcontroller. Teknik pengontrolan motor stepper berbeda dengan servo motor dan pengguna akan dituntun mulai dari prinsip dasar stepper motor hingga pemrogra

Arm Stepper Robot

kit4Sama halnya dengan arm servo kit tetapi berbeda dalam motor penggeraknya. Kit ini menggunakan stepper motor untuk semua joint-nya dan dikontrol menggunakan PC atau basic stamp microcontroller. Teknik pengontrolan motor stepper berbeda dengan servo motor dan pengguna akan dituntun mulai dari prinsip dasar stepper motor hingga pemrogra

4DOF Arm Servo Robot

arm servo rbt V2Arm servo robot adalah salah satu bentuk manipulator industri dengan geometri anthropomorphic (menyerupai tangan manusia). Kit ini cukup cepat, akurat dan memiliki kepresisian yang cukup baik. Dengan 4 sumbu gerak dan satu grippersebagai end-effector-nya membuat kit ini sangat tepat untuk pelatihan teknologi kontrol, implementasi elektronika (mekatronika), pemrograman dan otomasi industri. Keempat sumbu gerak itu adalah: base, shoulder, elbow, dan wristdengan sudut gerak masing-masing 180 derajat. Arm dikontrol oleh PC secara manual (game pad atau keyboard) atau dengan program baik on-line maupun off-line dan arm dapat pula dikombinasikan dengan arm lain dalam satu kontrol unit sehingga dapat digunakan sebagai alat peraga saat pameran atau model saat perancangan sistem kontrol otomasi. Sebagai objek pelatihan, kit ini juga dapat dikontrol dengan micro-controller sehingga siswa dapat mempraktekan kemampuan pemrogramannya sekaligus mempelajari aspek-aspek penting dalam pengontrolan robotics melalui micro-controller.

Automation packaging itu lebih sehat..

Tahukah kita kalau 76juta penyakit diakibatkan oleh makanan yang terkontaminasi? setidaknya begitulah info dari U.S. Center for Disease Control reports . Kontaminasi terbesar terjadi saat proses pembuatan atau saat penyimpanan. Hal penting untuk menghindari makanan terkontaminasi adalah bagaimana mengurangi kontak manusia kemakanan baik saat pembuatan maupun pengemasannya (packaging). Inilah kenapa otomasi pengemasan menjadi penting pada proses pembuatan/pengolahan makanan.

222968-Flexible_Automation_1

Berdasarkan data dari Centre for Disease and Control and Prevention (CDCP), sekitar 70% penyakit dari makanan disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kontak langsung atau tidak dari pengidap penyakit. Setiap tahun diperkirakan 40.000 kasus virus salmonellosis terjadi di U.S. dan 600 meninggal akibatnya sehingga pembuat makanan (food manufacturer) harus serius meninjau semua metoda dan proses produksinya untuk menjaga tenaga kerja dan produknya aman.

Produce more at less cost with parallel robot”
Automation menjadi sangat crusial dan penting untuk mendapatkan safety, speed dan reliability agar ia layak baik dari sisi manufaktur dan juga dari sisi bisnis. Adept salah satu robot manufacturer telah menjawab kebutuhan ini dimana ditahun 90an dengan vision-guided SCARA robot-nya, dapat mengemas coklat dengan speed 47 pieces/min dimana saat itu sesuatu diluar dugaan cepatnya. Kini dengan sebuah parallel robot (see video), tugas yang sama dapat diselesaikan dengan speed 130 pieces/min sehingga biaya otomasi/investasi robot turun cukup signifikan dimana hampir 2½ hingga 3 kali productivitas meningkat sehingga biaya per pc tidak berarti lagi. Automation telah membantu mengakomodasi semua tantangan dan tuntutan industri makanan selain didapat hasil yang lebih besar (speed), proses menjadi konsisten (reliability), produk juga aman dari kontaminasi. (sumber: packagingdigest.com)

Pemrograman Robot untuk Mengukur Efektifitas Virtual Learning

Penggunaan robot untuk mengukur efektivitas belajar mengajar diteliti oleh empat akademisi senior Inggris dan Jepang. Penelitian difokuskan pada bagaimana dunia maya (virtual environment) , seperti dunia kedua hidup kita (Second Life), berkontribusi terhadap peningkatan kualitas belajar dan mengajar.Apakah dunia maya memainkan peran yang efektif dalam proses belajar mengajar adalah target dari proyek penelitian di sebuah universitas di Inggris dengan mitranya dua akademisi Jepang.

Empat akademisi senior di Inggris dan Jepang sedang mencari bagaimana lingkungan virtual/second life dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatkan kualitas mengajar dan belajar.

Dalam proyek penelitian ini, beberapa siswa bekerja bersama untuk menyusun strategi dan penyelesaian problem yang diberikan. Kemudian, informasi ini digunakan oleh tim peneliti untuk menetapkan langkah-langkah pembelajaran yang efektif.

Kegiatan terstruktur ditetapkan untuk memeriksa sekelompok siswa yang berkomunikasi melalui Second Life kemudian pengalaman belajar mereka diukur tetapi berfokus pada bagaimana mereka menggunakan media ini untuk memecahkan masalah melalui berbagai strategi pembelajaran yang didasarkan pada intuisi, logika, dan proses eliminasi.
Selama kegiatan, satu kelompok berkomunikasi secara elektronik dengan kelompok kedua untuk memecahkan bagaimana memprogram sebuah robot.

Kelompok kedua, yang berada dilokasi terpisah, kemudian harus menggerakkan robot didalam sebuah jebakan tikus (maze) yang rumit yang sebelumnya telah dibuat/dirangkai oleh kelompok pertama. Dunia maya/second life ini digunakan oleh kedua kelompok untuk berkomunikasi, belajar dan mengajar.
Grup yang bertindak sebagai guru harus membantu kelompok lain tanpa memberi tahu mereka jalan keluar yang tepat. Semua komunikasi kelompok direkam dan juga diharuskan mencatat bagaimana mereka berkembang dengan tugas mereka masing-masing.

Tujuan kegiatan ini adalah mempelajari strategi yang dibuat para siswa untuk mengajar satu sama lain dan untuk mencari solusi untuk masalah-masalah, dan untuk menetapkan bagaimana kita dapat mengukur pembelajaran yang efektif.

Hal ini membantu peneliti untuk belajar banyak tentang bagaimana orang mengajar orang lain dan juga bagaimana mereka belajar menggunakan teknologi semacam ini. Peneliti membandingkan bagaimana seseorang berpikir saat menyelesaikan tugas-tugas dengan seberapa banyak keahlian yang mereka dapati setelah melakukan tugas tersebut. Peneliti juga mengukur berapa lama waktu yang diperlukan siswa untuk mengerjakan apa yang ingin mereka lakukan, apakah mereka membuat kesalahan dan bagaimana mereka berhasil memecahkan masalah.
Dari penelitian ini, ada hal yang menarik bagaimana orang-orang berkolaborasi sehingga dapat dikembangkan metode untuk mengevaluasi belajar di Second Life. Penelitian semacam ini merupakan hal yang sangat menarik bagi guru dan juga bagi mereka yang bekerja di bidang rekayasa, robotik dan sains.

Teesside University’s School of Social Sciences & Law adalah universitas inovatif yang didedikasikan untuk mengejar keunggulan dan memungkinkan individu dan organisasi untuk mencapai potensi mereka melalui kualitas tinggi pembelajaran, penelitian dan transfer pengetahuan. Salah satu dari 10 universitas termodern dengan lebih dari 75 tahun berinovasi dalam bidang pendidikan dan salah satu universitas di Inggris yang berperan besar dalam pendidikan tinggi.

Sumber: Robotics Trend