Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2010

Sobel Edge Detector

Operator Sobel melakukan pengukuran spasial 2-D pada sebuah gambar dan menguatkan daerah-daerah yang memiliki gradien spasial tinggi untuk setiap edge yang bersangkkutan. Biasanya operator Sobel digunakan untuk mencari skala gradien absolut rata-rata pada setiap titik pada gambar grayscale masukan.

Pada teorinya, operator Sobel terdiri dari matriks konvolusi 3×3. Satu matriks merupakan hasil rotasi 90 derajat terhadap matriks lainnya. Matriks ini sangat mirip dengan operator Roberts Cross.

Gambar diatas menunjukkan matriks konvolusi Sobel

Matriks-matriks ini didesain untuk dapat merespon dengan maksimal terhadap edge yang berjalan secara vertikal dan horizontal relatif terhadap batas piksel, satu matriks untuk dua orientasi sudut 90o. Matriks ini dapat digunakan secara terpisah pada gambar masukan, untuk menghasilkan pengukuran yang terpisah dari komponen gradien pada setiap orientasi (Gx dan Gy). Matriks-matriks ini dapat selanjutnya dikombinasikan untuk mencari skala absolut dari gradien pada setiap titik dan orientasi dari gradien tersebut. Skala gradien adalah sebagai berikut:

Walaupun biasanya, skala rata-rata dihitung dengan menggunakan:

yang dapat diproses dengan lebih cepat.

Sudut dari orientasi pada edge yang meyebabkan kenaikan pada gradien spasial (relatif kepada orientasi batas piksel) adalah sebagai berikut:

Pada hal ini, orientasi 0 digunakan dengan pandangan bahwa arah dari kontras maksimum dari hitam ke putih berjalan dari kiri ke kanan, dan sudut lain dihitung berlawanan arah jarum jam dari rumus ini.

Seringkali, skala absolut merupakan satu-satunya keluaran yang dilihat user, dua komponen dari gradien diproses dan ditambahkan dalam sebuah single pass dari gambar masukan dengan menggunakan operator pseudo-convolotion.

Gambar diatas menunjukkan matriks Pseudo-Convolution

Matriks pseudo-convolution dapat menghasilkan perhitungan skala gradien rata-rata yang lebih cepat dengan menggunakan rumus:


ref: ai.indra-ehm.net

Zero Crossing Detector

Zero crossing detector mencari tempat dalam laplacian dari sebuah gambar dimana nilai dari laplacian lebih besar dari nol contohnya titik dimana laplacian mengalami perubahan tanda. Titik seperti itu biasanya terjadi pada tepi dalam gambar contohnya titik dimana intensitar dari sebuah image berubah secara terus – menerus, tetapi hal tersebut juga dapat terjadi pada tempat yang tidak mudah berasosiasi dengan tepi. Hal yang terbaik adalah dengan menganggap zero crossing detector sebagai sejenis fitur pendeteksi daripada sebuah pendeteksi tepi. Zero crossing selalu terletak pada closed contours dan juga keluaran dari zero crossing detector biasanya adalah sebuah gambar biner dengan ketebalan garis berpiksel tunggal yang menunjukan posisi dari titik zero crossing.

Titik awal dari zero crossing detector adalah sebuah gambar yang telah diolah menggunakan Laplacian dari Gaussian filter. Zero crossing yang hasilnya sangat dipengaruhi oleh ukuran dari Gaussian digunakan untuk tingkat kehalusan dari operator ini. Ketika tingkat kehalusan dinaikan maka sedikit demi sedikit kontur dari zero crossing akan ditemukan, dan sisanya yang tersisa dari proses tersebut akan berhubungan denga fitur gambar dengan ukuran yang lebih besar.

Inti dari zero crossing detector adalah Laplacian dari filter Gaussian dan kemudian pengetahuan dari operator akan diasumsikan disini. Seperti yang telah dijelaskan, tepi dari gambar memberi kenaikan pada zero crossing dalam keluaran LoG. Sebagai contoh, gambar berikut menunjukkan respon dari filter 1-D LoG pada step edge dari gambar berikut.

Gambar diatas menunjukkan Respon dari filter 1-D LoG pada a step edge. Grafik sebelah kiri menunjukkan sebuah gambar 1-D, dengan panjang 200 piksel, dan mengandung step edge. Grafik sebelah kanan menunjukkan dari sebuah filter 1-D LoG dengan Gaussian yang mengalami deviasi 3 piksel.

Tetapi, zero crossing juga terjadi pada bagian gambar yang gradiennya mulai bertambah atau berkurang, dan ini mungkin terjadi pada bagian yang bukan tepi. Tidak jarang zero crossing ditemukan pada daerah dengan gradien yang sangat rendah dimana intensitas dari gradien bergerak naik dan turun di sekitar nol.

Ketika gambar telah difilter dengan filter LoG, sisanya yang harus dilakukan adalah mendeteksi zero crossing. Hal ini dapat dilakukan dalam beberapa cara.

Cara yang paling mudah adalah dengan threshold keluaran LoG pada titik nol, untuk menghasilkan gambar biner dimana batasan antara daerah gambar bagian depan dan daerah latar belakang gambar mewakili lokasi dari titik zero crossing. Batasan ini dapat dengan mudah dideteksi danditandai dalam sekali proses, contohnya menggunakan operator morfologi. Sebagai contoh, untuk menemukan titik batas, kita hanya butuh menandai setiap titik gambar bagian depan yang memiliki sedikitnya satu neighbor latar belakang.

Masalahnya teknik ini akan merubah lokasi dari tepi zero crossing baik ke sisi terang dari tepi atau ke sisi gelap dari tepi, tergantung dari keputusan untuk mencari tepi dari daerah gambar bagian depan atau daerah gambar latar belakang.

Teknik yang lebih baik adalah menganggap titik dari kedua sisi dari batas threshold, dan memilih titik dengan ukuran terendah dari Laplacian, yang diharapkan mendekati zero crossing.

Sejak zero crossing gagal secara umum di antara dua piksel dalam gambar yang telah difilter dengan filter LoG, sebuah representasi alternatif keluaran adalah sebuah garis gambar yang secara sebagian menukar setengah piksel yang berseberangan dan setengah piksel yang berhubungan dengan gambar aslinya. Representasi seperti itu dikenal dengan dual lattice. Hal ini tentu saja tidak membuat zero crossing lebih akurat.

Pendekatan yang lebih akurat adalah dengan melakukan sebuah interpolasi untuk memperkirakan posisi dari zero crossing pada sebuah precision sub-piksel.

Line Detection

Ketika tepi adalah sebuah tipe normal akhir dalam sebuah gambar, garis tipis dalam sebuah gambar cukup sering terjadi yang membuat hal tersebut berguna untuk mekanisme pemisahan untuk mendeteksi bagian – bagian dari gambar.

Operator dari pendeteksi garis terdiri dari sebuah matriks konvolusi untuk mendeteksi keberadaan garis dengan lebar yang berbeda n, pada orientasi tertentu θ. Gambar berikut menunjukkan kelompok dari empat buah matriks, dimana setiap matriks merespon pada suatu garis dengan lebar piksel ganda pada orientasi tertentu yang ditampilkan

Gambar diatas menunjukkan empat matriks pendeteksi garis yang memberikan respon maksimal pada horizontal, vertical, dan oblique garis dengan ketebalan piksel tunggal.

Jika Ri melambangkan respon dari matriks I, maka setiap matriks dapat dihubungkan dengan sebuah gambar dan, untuk titik tertentu, jika |Ri| > |Rj| untuk semua j ≠ i maka titik tersebut mungkin berisi sebuah garis yang orientasi dan lebarnya berhubungan dengan matriks i tersebut. Biasanya Ri di threshold untuk menghilangkan garis halus yang berhubungan denga tepid an fitur lain dengan intensitas gradient yang memiliki ukuran berbeda dengan lebar garis yang diinginkan.

Line Detection

Ketika tepi adalah sebuah tipe normal akhir dalam sebuah gambar, garis tipis dalam sebuah gambar cukup sering terjadi yang membuat hal tersebut berguna untuk mekanisme pemisahan untuk mendeteksi bagian – bagian dari gambar.

Operator dari pendeteksi garis terdiri dari sebuah matriks konvolusi untuk mendeteksi keberadaan garis dengan lebar yang berbeda n, pada orientasi tertentu θ. Gambar berikut menunjukkan kelompok dari empat buah matriks, dimana setiap matriks merespon pada suatu garis dengan lebar piksel ganda pada orientasi tertentu yang ditampilkan

Gambar diatas menunjukkan empat matriks pendeteksi garis yang memberikan respon maksimal pada horizontal, vertical, dan oblique garis dengan ketebalan piksel tunggal.

Jika Ri melambangkan respon dari matriks I, maka setiap matriks dapat dihubungkan dengan sebuah gambar dan, untuk titik tertentu, jika |Ri| > |Rj| untuk semua j ≠ i maka titik tersebut mungkin berisi sebuah garis yang orientasi dan lebarnya berhubungan dengan matriks i tersebut. Biasanya Ri di threshold untuk menghilangkan garis halus yang berhubungan denga tepid an fitur lain dengan intensitas gradient yang memiliki ukuran berbeda dengan lebar garis yang diinginkan.

Canny Edge Detector

Operator Canny didesain untuk menjadi sebuah pendeteksi tepi yang optimal( berdasarkan criteria tertentu). Canny menggunakan sebuah gambar grayscale, dan menghasilkan sebuah gambar yang menampilkan posisi dari intensitas dan akhir yang telah ditemukan.

Operator Canny bekerja dalam sebuah proses bertingkat. Pertama gambar akan diperhalus dengan menggunakan konvolusi Gaussian. Kemudian sebuah operator turunan pertama dari 2-D digunakan untuk menghaluskan gambar pada daerah yang telah ditandai dengan sebagian turunan pertama yang tinggi. Tepi ini diberikan kenaikan menjadi lipatan dalam ukuran gradient gambar. Kemudian algritma tersebut mencari puncak dari lipatan ini dan memberi nilai nol pada semua piksel yang bukan merupakan puncak lipatan yang menghasilkan garis tipis pada gambar keluaran, sebuah proses yang dikenal dengan non-maximal suppression. Proses pencarian ini menampilkan hysteresis yang dikendalikan oleh dua thresholds: T1 dan T2 dengan T1 > T2. Pencarian hanya dapat dimulai pada titik dimana nilai lipatan lebih tinggi dari T1. Pencarian kemudian berlanjut dalam dua arah keluar dari titik tersebut hingga tinggi dari lipatan tersebut bernilai kurang dari T2. Hysteresis ini membantu untuk meyakinkan bahwa tepi yang memiliki noise tidak rusak menjadi banyak bagian tepi.

Perkembangan komputer

Perkembangan komputer akan terus terjadi dari tahun – ke tahun karena para ahli akan terus berupaya memperbaharui dan meningkatkan kemampuan komponen – komponen dalam komputer itu sendiri. Hingga pada akhirnya pada saat ini termasuk komputer generasi keempat karena komputer sekarang ini sesuai dengan ciri – ciri komputer generasi keempat yang menggunakan microprocessor yang merupakan pemadatan dari IC (Integeted Cirkuit) yang lebih kecil dan dapat bekerja lebih cepat seperti core 2 duo,dual core dan quad core. Kesemuanya ini berkembang sesuai irama perkembangan dunia teknologi informasi yang terus bergejolak seolah tak ada henti-hentinya untuk mengembangkan daya kreasi dan inofasi. Bukan termasuk generasi ketiga karena ciri – ciri generasi ketiga ini sudah tepenuhi pada generasi keempat sedangkan komputer generasi kelima masih dalam tahap pengembangan yang menginginkan komputer memiliki kemampuan intelegensi buatan sehingga dapat merespon keinginan manusia.
Dilihat dari perkembangan dan sejarahnya dari generasi ke generasi, pada tiap generasi memiliki ciri – ciri sendiri. Pada generasi pertama komputer ukurannya sebesar ruangan dan bahasanya menggunakan bahasa mesin yaitu menggunakan kode biner. Dan menggunakan tabung hampa udara sebagai penguat signal. Dilanjutkan dengan generasi kedua yang ukurannya sebesar lemari pakaian dan menggunakan transistor. Pada generasi ketiga ditandai dengan digunakannya IC – Chip pada komputer. Sedangkan generasi komputer sekarang ini telah menggunakan microprocessor yang merupakan pengembangan dan peningkatan dari IC-Chip. Microprocessor ini juga belum pasti sebagai palopor lahirnya komputer generasi keempat atau masih pada generasi ketiga karena banyak yang beralasan microprocessor hanya merupakan peningkatan kemampuan dan kecepatan dari IC-Chip. Tetapi ada juga yang beranggapan bahwa generasi komputer sekarang ini telah mencapai generasi kelima, akan tetapi belum terlihat secara nyata ciri khas dari kompoter generasi kelima seperti pada generasi – generasi komputer lainnya sehingga saat ini merupakan generasi komputer keempat dengan pengembangan microprocessornya.
Jadi kesimpulan kami selama kebutuhan user semakin komplek dan banyak maka para ahli di bidang komputer akan terus berinovasi guna memenuhi kebutuhan user itu. Sehingga semakin hari komputer akan terus mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik.

IPv6

Keunggulan IPv6
Otomatisasi berbagai setting / Stateless-less auto-configuration (plug&play)
Address pada IPv4 pada dasarnya statis terhadap host. Biasanya diberikan secara berurut pada host. Memang saat ini hal di atas bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), tetapi hal tersebut pada IPv4 merupakan fungsi tambahan saja, sebaliknya pada IPv6 fungsi untuk mensetting secara otomatis disediakan secara standar dan merupakan defaultnya. Pada setting otomatis ini terdapat 2 cara tergantung dari penggunaan address, yaitu setting otomatis stateless dan statefull.
Setting otomatis stateless, pada cara ini tidak perlu menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IP address, hanya mensetting router saja dimana host yang telah tersambung di jaringan dari router yang ada pada jaringan tersebut memperoleh prefix dari address dari jaringan tersebut. Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi yang unik terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit dan menjadikannya sebagai IP address dari host tersebut.
Setting otomatis statefull adalah cara pengelolaan secara ketat dalam hal range IP address yang diberikan pada host dengan menyediakan server untuk pengelolaan keadaan IP address, dimana cara ini hampir mirip dengan cara DHCP pada IPv4. Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet Control Message Protocol) yang telah diperluas. Pada ICMP dalam IPv6 ini, termasuk pula IGMP (Internet Group management Protocol) yang dipakai pada multicast pada IPv4.

Pembagian Address 6
1. Unicast Address (one-to-one) digunakan untuk komunikasi satu lawan satu, dengan menunjuk satu host yang terdiri dari global address, link-lokal address, site-lokal address dan compatible address.

2. Multicast (one-to-many) yang digunakan untuk komunikasi 1 lawan banyak dengan menunjuk
host dari group.
3. Anycast Address, yang menunjuk host dari group, tetapi packet yang dikirim hanya pada satu
host saja.
4. Reserved address digunakan untuk keperluan dimasa yang akan datang.

Microprocessor (CUDA Automatically Manages Threads)


CUDA’s programming model differs significantly from singlethreaded CPU code and even the parallel code that some programmers began writing for GPUs before CUDA. In a single-threaded model, the CPU fetches a single instruction stream that operates serially on the data. A superscalar CPU may route the instruction stream through multiple pipelines, but there’s still only one instruction stream, and the degree of instruction parallelism is severely limited by data and resource dependencies. Even the best four-, five-, or six-way superscalar CPUs struggle to average 1.5 instructions per cycle, which is why superscalar designs rarely venture beyond four-way pipelining. Single-instruction multipledata (SIMD) extensions permit many CPUs to extract some data parallelism from the code, but the practical limit is usually three or four operations per cycle.

Software Android Merambah e-Reader

Untuk pertama kalinya, software Android yang dikembangkan Google merambah perangkat e-reader setelah smartphone dan netbook. Software tersebut digunakan pada Nook, perangkat pembaca e-book buatan toko buku terkemuka di AS, Barnes & Noble, yang resmi diluncurkan Selasa (20/10).

Kolaborasi tersebut juga sekaligus menandai kerja sama antara Google dan Barnes & Noble untuk mendistribusikan versi digital buku-buku dari berbagai perpustakaan universitas terkemuka yang telah dipaindai Google. Pemilik Nook bisa mengakses buku-buku digital tersebut yang jumlahnya mencapai ratusan ribu secara cuma-cuma.

Dengan dukungan Android, Nook tidak hanya bisa mengakses e-book namun juga berbagai format file seperti PDF, EPUB, eReader, MP3, PNG, JPG, dan GIF. Jadi, selain membaca buku, pemiliknya bisa sekaligus mendengarkan musik melalui headphone jack atau speaker yang disediakan.

Nook hadir dengan layar sentuh dengan lebar 3,5 inci. Area layarnya dibagi dua bagian, area navigasi yang bisa menampilkan gambra berwarna dan area baca yang hanya bisa menampilkan dengan warna hitam dan putih. Pada area navigasi yang ada di bagian bawah layar, ditampilkan menu yang bisa menyajikan foto sampul buku berwarna. Dengan menu tersebut, pemilik juga dapat melakukan bookmark halaman buku, memberi highlight, atau menambahkan catatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Untuk menyimpan data, Nook sudah dilengkapi memori internal 2 GB. Untuk menambah, tersedia slot kartu memori SD card. Perangkat ini bisa langsung mengakses internet melalui jaringan seluler 3G maupun WiFi. Baterainya tergolong awet karena diklaim tahan 2-10 jam dengan sekali pengisian tergantung fitur-fitur yang dipakai. Baterainya juga bisa dilepas sehingga bisa diganti seaktu-waktu. Untuk pengidian baterai bisa pula dilakukan dengan kabel USB melalui komputer.

Nook hadir sebagai pesaing baru di bisnis e-reader yang lebih dulu dipelopori Sony dan Amazon.com. Apakah Nook akan bisa bersaing? Tunggu saja

sumber: kompas.com

Window 7 Ultimate 32 bit Everything You Need Fresh Install



VV!nd0vv$ 7 Ult!mat3 32 bit With EVERYTHING you need on a fresh install | 4.04 GB
Applications : VV!nd0vv$ : English

First and for-most there is a ton of stuff included in this, this was a archive that was originaly uploaded by someone else but I hate having to go around and downloading all of the nessasary stuff like driver genius, winrar, disk Daemon etc.

The folder labeled "Programs to install once downloaded" is all mine, it includes multiple programs (I put them all on a flash drive, after installing VV!nd0vv$, then drag and drop and your good to go all rars are for either open source software, or they include the crack or keygen or w/e else you would need for the premium programs that are included). The extra programs that I have added are as follows:

1)ConvertXToDVD 4.0
2)Disk Daemon Pro 4.30
3)DeskSpace 1.5.4.4
4)Driver Genius Professional 9.0.0.180
5)DVDneXtCOPY Ult!mat3 3.0.5.1
6)EditPad Pro 6.2.2
7)FileZilla 3.3.1
FireFox Setup 3.6
9)FoxitReader 3.1
10)Google Earth Setup
11)Flash Player
12)Active Iso
13)KeePass 1.17
14)Kaspersky Internet Security 2010 9.0.0.459
15)Nero 8 Ultra Edition 8.3.0
16)Open 0ff!c3
17)Revo Uninstaller Pro
1S}kype Setup
19)TechSmith Camtasia Studio v6.0.1 Portable
20)UTorrent
21)VLC Media Player 1.0.5
22)VV!nd0vv$ Media Player 10
23)WinRar 3.9

That is what I added everything else you can see for yourself when you open up the torrent file.

Installation instructions:

Ok so after answering the same question about 100x over I figured to save time, I had best write up what to do and how to use the programs that your downloading.
First things first we do the actual .iso that you downloaded.
You can go and Google (and download for free, of course this IS a torrent site ? ) ActiveIso

Once you have this program throw in a blank DVD into your DVD drive and find that iso image (the .iso) for VV!nd0vv$ 7.

Click burn.

(I suggest a low burning speed like 8x to prevent any errors)
Next BEFORE your restart your computer go and install the Nero 8 that comes w/this torrent.

Startup ?Nero startsmart? and click ?burn data disk?. Burn ALL of the other stuff that came in this torrent, besides the .iso (since you already have that on dvd we don?t need it).

Now that you have your data disk and your VV!nd0vv$ burnt to DVDs we are good to go.
Insert your VV!nd0vv$ .iso into your computer.

WARNING!!!!

BE SURE TO BACK UP ALL OF YOUR ?MY DOCUMENTS? OR ANY OTHER PERSONAL DATA THAT YOU DON?T WANT TO LOOSE BEFORE DOING THE FOLLOWING!
Next reboot your computer and hit f8 or delete button, one of the two (or on some BIO`s it will be another button but if you can?t even figure that out you shouldn?t be doing this).

Once you enter your BIO`s (should be like an all blue screen with a ton of options) look for the option:
?Boot priority?

Make sure that the first thing to boot is your dvd.
Hit f10 to save and quit, the computer should automatically reboot.
Once you reboot your will see that VV!nd0vv$ loads from your .iso image and will be brought (may take a while depending on your pc) to a screen that says ? custom install? or ?upgrade? this is where common sense comes into play, pick the one you want.

If this is a fresh format pick custom and delete all of the partitions and make a new one, VV!nd0vv$ will finish the rest for you.
When you come up the the ?VV!nd0vv$ activation? or serial page, don?t enter in a key leave it black and hit ?activate online later?.

DO NOT TAKE OUT THE DVD UNTIL WINODWS IS FULLY INSTALLED AND YOUR LOOKING @ YOUR NEW DESKTOP!

Now that you have VV!nd0vv$ installed throw in your data DVD drag and drop all the files to desktop install winrar first.
After that install all the rest of your programs.
Due to the fact that all of the programs are full versions w/either serial numbers or cracks, or keygens I suggest installing Kaspersky last, but that?s up 2 you (have fun redownloading the torrent when Kaspersky rips out your cracks and keygens if you go this route though).

DO NOT pm me telling me that disk daemon or anything else has viruses, one noob already did this. He never took the time to read through the virus scan. If he did he would have seen that ever virus scanner detects the crack it comes with as a different virus. Why? Because it has malicious signatures. Duh it cracks the program; it gives you full access to something you?re not supposed to have full access to (I.E. the program in question).

After you have WinRAR installed (it?s included in the torrent, I made sure to make it an exe and not a rar I hate it when ppl do that) your good to go install everything else.

You don?t need to use the loader right away.
I waited till I got all the updates and it said ?this is not a genuine version of VV!nd0vv$? then I went ahead and used the loader and so far (4 months now) it is working like a charm.

VV!nd0vv$ 7 Ult!mat3 is the ultra edition of the VV!nd0vv$ 7 operating system as it is the only edition of VV!nd0vv$ 7 that has complete features. All other editions ? with the exception of VV!nd0vv$ 7 Enterprise which is VV!nd0vv$ 7 Ult!mat3 branded differently ? lack features that are included in VV!nd0vv$ 7 Ult!mat3. It combines remarkable ease-of-use with the entertainment features of Home Premium and the business capabilities of Professional, including the ability to run many VV!nd0vv$ XP productivity programs in VV!nd0vv$ XP Mode. For added security, you can encrypt your data with BitLocker and BitLocker To Go. And for extra flexibility, you can work in any of 35 languages. Get it all with VV!nd0vv$ 7 Ult!mat3.

Gateway NV7915u – Laptop Intel Core i3-330M dan Layar 17.3 Inch

Gateway NV7915u merupakan salah satu laptop yang hadir dengan layar lumayan lebar yakni 17.3 Inch mampu menampilan resolusi layar 1600×900 pixel. Dari sisi spesifikasi Gateway NV7915u memiliki speks yang cukup high end dan tentunya mampu memenuhi kebutuhan sebuah sistem baik untuk kegiatan gaming maupun multimedia lainnya. Prosesor mempergunakan Intel Core i3-330M 2.13-GHz, Memori RAM 4GB yang bisa diuprade sampai 8GB, Hard Drive HDD SATA 500GB, GPU masih memakai Intel GMA HD, tak ketinggalan sarana koneksi Wireless Bluetooth dan Wifi 802.11b/g/n juga Mobile Broadband, 4 buah port USB, Ethernet, HDMI, Headphone, Kensington Lock; Microphone, Modem, VGA Out, Card reader sedangkan untuk sistem operasi Gateway NV7915u memakai OS Windows 7 Home Premium (64-bit).

Core i3, Core i5 dan Core i7

Pada dasarnya Core i5 dan Core i3 merupakan versi “value” (alias memiliki performa lebih rendah) dari Core i7. Positionignya adalah sebagai berikut; Core i3 sebagai produk Entry Level, Core i5 sebagai produk Mid Level dan Core i7 sebagai produk High Level. Seluruh processor ini akan tersedia pada PC Desktop & Mobile.

Perbedaan antara Core i7 dan keduanya adalah pada jumlah socket LGA. Core i7 menggunakan socket LGA-1366 sedangkan Core i5 dan i3 menggunakan socket LGA-1156.

Selain itu Core i7 dan Core i5 memiliki fitur “Intel Turbo Mode Technology”. Fitur ini akan mengatur hidup/mati (on/off) core yang tidak digunakan pada saat aplikasi menjalankan single-thread. Seperti diketahui bahwa tidak semua aplikasi memanfaatkan jumlah core yang tersedia; padahal jika melakukan proses -semua core itu harus aktif. Dengan Turbo Mode, Processor hanya akan mengaktifkan core yang akan digunakan saja, lalu meng-overclock aliran thread data yang lewat diatasnya agar berjalan lebih cepat. Turbo Mode hanya tersedia di Core i7 dan i5 saja.

Core i7 sendiri merupakan processor pertama dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.